P2P Lending: Investasi Masa Kini

Terdapat berbagai macam pilihan investasi yang tersedia, seperti tabungan dan deposito, saham, obligasi, reksanana, dan yang terbaru adalah Peer to Peer Lending. Berikut informasi lengkapnya.

TABUNGAN DAN DEPOSITO
Contoh paling mudah dari program penyimpanan uang adalah tabungan dan deposito. Dua produk perbankan bank yang paling umum ditemui di Indonesia. Bahkan, sedari kecil kita sudah diajarkan untuk gemar menabung atau menaruh dana berlebih di bank. Sebagai balasannya, bank memberikan bunga yang dapat menambah uang Anda.

Tapi nyatanya, biaya hidup modern saat ini terus meningkat secara signifikan akibat inflasi. Hingga inflasi menjadi momok yang merobek kantong kita semua. Lihat saja kala menjelang Lebaran, seperti sudah dikomando, harga-harga bahan pokok meningkat tajam. Atau jika dulu biaya parkir hanya Rp1.000 per motor per jam, kini menjadi Rp2.000 per motor per jam.

Dari waktu ke waktu, inflasi terus menanjak. Tapi di satu sisi, bank tidak memberikan peningkatan bunga tabungan yang mampu mengimbangi kenaikan harga tersebut. Di sini dapat kita simpulkan, tabungan dan deposito tidak lagi menjadi produk yang menarik untuk menyimpan uang. Alasannya satu, mereka memberikan bunga yang rendah.

REKSA DANA
Bagaimana dengan investasi di mutual fund? Sekilas, investasi ini terlihat mudah dan menjanjikan. Sebab Anda hanya tinggal menaruh dana ke para profesional. Lalu biarkan para profesional tersebut bekerja untuk mengelola dana Anda.
Untuk investasi ini, Anda pun memiliki banyak pilihan. Misalkan saja reksadana, atau produk campuran antara asuransi dan investasi yang bernama Unit Link.

Tapi jangan salah, investasi ini juga punya kelemahan. Tanpa disadari, Anda harus membayar aneka fee dan komisi ke profesional atau perusahaan pengelolaan dana tersebut. Nilai fee dan komisi itu pun tidak sedikit. Tahu-tahu, dana yang Anda tanam banyak tergerus.

Kerugian lain, Anda tidak bisa menarik begitu saja dana yang ada dalam produk ini. Butuh beberapa hari untuk mengajukan permohonan penarikan hingga pencairan dana. Dan jika butuh dana mendadak, sementara kondisi pasar sedang turun, mau tidak mau Anda harus menjual reksadana dalam kondisi rugi.

PASAR SAHAM
Pasar saham adalahsalah satu area menarik untuk menaruh uang Anda. Bagaimana tidak menggiurkan, tinggal membeli minimal 1 lot saham saja, trading atau perdagangan saham bulanan bisa saja menghasilkan return atau pengembalian 10%. Sementara dalam jangka waktu 10 tahun, kenaikan harga di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai 915,82%.

Eits, Anda boleh saja tergiur, tapi tidak sembarang orang bisa masuk ke investasi jenis ini loh. Karena butuh pemahaman mendalam dan pengalaman untuk berinvestasi di saham.

Bagaimana tidak, dalam perdagangan saham harian, harga saham bisa naik turun drastis secara tidak menentu alias volatil. Dengan kata lain, bikin sport jantung. Jika dana Anda mepet, bisa saja habis dalam sakian detik. Mengerikan, bukan?

P2P Lending
Nah, kini ada skema investasi yang terbilang baru di Indonesia, namanya P2P lending atau crowd-lending. Anda belum pernah mendengarnya? Yuk, kita kupas tuntas investasi ini.

P2P lending atau crowd-lending juga sering disebut debt crowdfunding, marketplace lending, atau alternative lending. Skema P2P lending sangat populer di Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok. Di Indonesia, salah satu perusahaan besar yang menawarkan investasi jenis ini adalah Kontanku.

Untuk mudahnya, P2P lending ibarat perusahaan yang berperan sebagai biro jodoh. Tapi bukan calon pasangan kasmaran yang mereka pertemukan, melainkan para pemberi pinjaman (lender) dengan para pencari pinjaman (borrower).

Jika Anda adalah pebisnis atau pemilik perusahaan, Anda bisa meminjam sejumlah uang dari pemberi pinjaman, dengan jangka waktu tertentu. Saat jatuh tempo pinjaman, Anda harus mengembalikan pinjaman beserta bunganya. Dan semua proses pengajuan pinjaman jauh lebih singkat ketimbang Anda mengajukan permohonan ke bank. Keuntungannya, Anda akan mendapatkan yield lebih baik dalam jangka waktu lebih singkat.

Yuk menjadi pemberi pinjaman (lender) di Kontanku, dan dapatkan imbal hasil hingga 18% – 21% per tahun.

***

 

KontakĀ 

Tim Marketing Kontanku | marketing@kontanku.id