Peran Penting UMKM Dalam Perekonomian Indonesia

Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia selalu meningkat setiap tahun. Peningkatan ini searah dengan peran UMKM sebagai penopang perekonomian negara.

Lalu, apa sebenarnya yang menjadi peran penting UMKM?

1. Peran UMKM Sebagai Pemerata Perekonomian
Indonesia terdiri dari pulau-pulau, maka perlu melipat gandakan upayanya untuk mencapai kemakmuran. Keberadaan UMKM diyakini mampu meratakan perekonomian semua pelosok. Masyarakat di daerah terpencil dapat memenuhi kebutuhannya tanpa harus mengunjungi kota-kota besar. Selain itu, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 99,9% dari seluruh sektor usaha di Indonesia, sehingga UMKM memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi negara.

2. Peran UKM dalam penanggulangan kemiskinan
UMKM memberikan kesempatan kerja baru bagi para pelaku bisnis. Menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dapat mengurangi kemiskinan sehingga dapat menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Menurut data UMKM dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, laju pertumbuhan peserta UMKM terus meningkat setiap tahunnya. Misalnya, mulai tahun 2018, UMKM telah menyerap tenaga kerja hingga 120 juta orang. Dengan semakin banyaknya peluang, hal ini menunjukkan sinyal yang baik bagi angkatan kerja.

3. Peran UMKM dalam Memberikan Devisa
Negara kepulauan memberikan benefit lain bagi Indonesia dalam mengembangkan UMKM. Usaha kecil, mikro, dan menengah ini dinilai mampu menyumbang devisa bagi negara. Sumber-sumber devisa tersebut antara lain, adanya ekspor barang dan jasa ke negara lain serta kehadiran wisatawan asing yang berbelanja di dalam negeri.

Baca juga: Pinjaman Online Modal Pengembangan Usaha

UMKM di kala Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak Maret 2020 berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, salah satunya UMKM. Dengan adanya peralihan ke normal baru ini diharapkan UMKM dapat beradaptasi.

Transformasi digital bisa menjadi solusi. UMKM tidak perlu lagi mengandalkan kontak fisik dengan pelanggan dan beralih ke transaksi digital.

Menurut Badan Pusat Statistik, Indonesia saat ini memiliki sekitar 64 juta UMKM, tapi hanya 13% UMKM yang beralih atau terhubung ke digitalisasi. Selebihnya, sekitar 87% UMKM masih mengandalkan layanan offline, antara lain aktivitas perdagangan, pembukuan, perpajakan, dll.

Pandemi COVID-19 bisa menjadi momen UMKM bangkit. Penggiat UMKM perlu mendidik diri mereka sendiri tentang ekosistem digital, Manfaatnya tidak terbatas saat pandemi, tetapi juga jangka panjang. Misalnya mempelajari berbagai aplikasi yang membantu pengelolaan bisnis UMKM.

***

Photo by Adeolu Eletu on Unsplash